Skip to main content

Cara Mengatasi Nyeri Haid (Dismenore)

Menstruasi merupakan langganan bulanan bagi perempuan yang telah mengalami masa pubertas, dengan keadaan sehat, tidak sedang mengandung serta belum memasuki masa menopause. Nyeri haid  (dismenore) acap kali datang sebelum atau bersamaan dengan menstruasi.

Nyeri haid  (dismenore) merupakan gangguan nyeri atau kram pada bagian perut atau pinggul yang berpusat pada perut bagian bawah.
Selain itu pada saat terjadinya dismenore ini sebagian perempuan akan merasa pusing, mual, muntah, diare, hingga pingsan.

Cara Mengatasi Nyeri Haid (Dismenore)

Meredakan nyeri haid dapat dilakukan secara farmakologis (menggunakan obat-obat analgesik) atau nonfarmakologis (tanpa menggunakan obat-obat analgesik).

📌Mengatasi Nyeri Haid Secara Nonfarmakologis

1. Mengompres dengan air hangat
Mengompres perut dengan air hangat dapat meningkatkan relaksasi otot abdomen dan mengurangi nyeri akibat kekakuan otot abdomen. Pengompresan dapat dilakukan dengan botol yang diiisi dengan air hangat lalu ditempelkan pada perut atau juga dapat dilakukan dengan menggunakan handuk yang dibasahi dengan air hangat.

2. Minum air hangat
Saat haid tubuh lebih rentan dehidrasi. Dehidrasi dapat menyebabkan kram otot termasuk otot perut. Minum air putih terutama air putih hangat dapat membantu hal tersebut. Air hangat dapat melemaskan otot-otot perut dan memberikan rasa nyaman pada nyeri haid.

3. Olahraga ringan
Berolahraga dapat melancarkan peredaran darah. Ketika berolahraga tubuh akan melepas horomon endorfin. Hormon ini dapat mengurangi efek dari hormon prostagladin yang menyebabkan rahim berkontraksi sehingga mengalami kram.Sehingga nyeri haid menjadi berkurang bahkan hilang.

4. Minum kunyit asam
Minum kunyit asam dapat membantu meredakan nyeri haid. Kurkumin merupakan kandungan aktif dalam kunyit yang berfungsi sebagai antiinflamasi yang dapat menenangkan kontrasi pada otot rahim.

5. Hindari makanan dan minuman tertentu
Saat haid hindari makanan tinggi garam, berlemak, bergula, minuman bersoda, tinggi kafein dan beralkohol. Kandungan garam, lemak, gula serta alkohol menyebabkan penumpukan air dan membuat perut kembung. Selain itu soda dan kafein dapat memperparah kram perut.

6. Hindari stres
Stres dapat memicu datangnya penyakit, selain itu stres dapat memperparah suatu penyakit. Stres ketika nyeri haid dapat memperparah kram perut, dan membuat nyeri semakin kuat. Dengan mengurangi stres dapat membuat nyeri haid menjadi lebih ringan.

💊Mengatasi Nyeri Haid Secara Farmakologi

1. Ibuprofen
Ibuprofen merupakan obat untuk meredakan nyeri dan peradangan, yang tergolong dalam obat pereda rasa sakit (painkiller). Ibuprofen dapat digunakan untuk meredakan nyeri haid, yang akan menurunkan produksi hormon prostagladin yang menyebabkan rahim berkontraksi.
Ibuprofen tidak boleh digunakan oleh penderita gagal jantung, gangguan fungsi ginjal, penderita asma, tekanan darah tinggi, stroke, penyakit hati, gangguan pembekuan darah, serta asam lambung.

2. Asam mefenamat
Sama seperti ibuprofen, asam mefenamat juga tergolong dalam obat pereda rasa sakit (painkiller). Asam mefenamat sering digunakan untuk meredakan sakit gigi, sakit kepala, serta nyeri haid. Penggunaan asam mefenamat tidak sesuai aturan dapat menimbulkan efek samping berupa mual, maag, dan diare.
Obat ini tidak dianjurkan untuk penderita asma, gangguan saluran pencernaan, polip hidung, gangguan ginjal, penyakit hati, diabetes, stroke, hipertensi, epilepsi, lupus, jantung, lupus, dan porfiria.

3. Naproxen
Ketika nyeri haid datang anda juga bisa mengkonsumsi naproxen. Naproxen merupakan obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID) yang bekerja dengan menurunkan hormon yang menyebabkan peradangan pada tubuh.
Namun terdapat efek samping ketika menggunakan naproxen yakni mual, gatal-gatal, sakit kepala ringan, sulit bernafas, pembengkakan, hingga gagal ginjal dan disfungsi hati. Maka konsumsilah naproxen sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

ps. gunakanlah obat-obatan tersebut sesuai dengan dosis yang dianjurkan!




Comments

Popular posts from this blog

Mana yang Lebih Baik Kualitas atau Kuantitas Tidur ?

Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar dan alamiah dari manusia. Tanpa tidur manusia mungkin saja tidak akan bertahan. Tidur tidak tidak tentang menghilangkan rasa kantuk, namun tidur juga amat baik bagi kesehatan jiwa dan raga. Menurut Sherwood tidur merupakan suatu proses aktif, bukan sekedar hilangnya keadaan terjaga. Tingkat aktifitas otak secara keseluruhan tidak berkurang selama tidur.  Istilah tidur 8 jam perhari pasti tidak asaing ditelinga kita. Tidur dengan kuantitas tertentu dianggap sebagai tidur yang sehat. Namun sebenarnya tidur yang sehat itu merupakan tidur yang berkualitas walaupun dengan kuantitas yang kurang dari 8 jam. Jika selama 8 jam tidur namun sering terjaga, gelisah dan tidak merasa nyaman, apalagi setelah bangun kita merasa lebih lelah dibandingkan dengan tidur hanya 4 jam namun dengan kualitas yang baik dan kita merasa segar setelah bangun, maka tidur dengan durasi waktu 4 jam ini merupakan tidur yang lebih baik. Karena mempunyai kualitas yang ...

Meredakan Batuk yang Mengganggu

Kata batuk tidaklah asing ditelinga kita. Setiap orang pasti pernah mengalami batuk, baik dalam tahap yang ringan hingga batuk kronis.  Refleks batuk terjadi akibat terangsangnya reseptor batuk yang terdapat di saluran nafas ataupun di luar saluran nafas, oleh rangsangan yang bersifat kimiawi maupun mekanis. Menurut Tamaweol, batuk merupakan upaya pertahanan paru terhadap berbagai rangsangan yang ada dan refleks fisiologis yang melindungi paru dari trauma mekanik, kimia dan suhu. Batuk menjadi patologis bila dirasakan sebagai gangguan. Batuk seperti itu sering merupakan tanda suatu penyakit di dalam atau diluar paru dan kadang berupa gejala awal dari suatu penyakit. Batuk merupakan gejala tersering penyakit pernapasan dan masalah yang sering kali dihadapi dokter dalam praktik sehari-hari. Pemicu batuk adalah adanya berbagai iritan yang memasuki saluran nafas melalui inhalasi (asap, debu, dan sebagainya). Batuk karena iritasi karena iritasi jalan nafas atau isi lam...