Skip to main content

Meredakan Batuk yang Mengganggu

Kata batuk tidaklah asing ditelinga kita. Setiap orang pasti pernah mengalami batuk, baik dalam tahap yang ringan hingga batuk kronis. 


Refleks batuk terjadi akibat terangsangnya reseptor batuk yang terdapat di saluran nafas ataupun di luar saluran nafas, oleh rangsangan yang bersifat kimiawi maupun mekanis.

Menurut Tamaweol, batuk merupakan upaya pertahanan paru terhadap berbagai rangsangan yang ada dan refleks fisiologis yang melindungi paru dari trauma mekanik, kimia dan suhu. Batuk menjadi patologis bila dirasakan sebagai gangguan. Batuk seperti itu sering merupakan tanda suatu penyakit di dalam atau diluar paru dan kadang berupa gejala awal dari suatu penyakit. Batuk merupakan gejala tersering penyakit pernapasan dan masalah yang sering kali dihadapi dokter dalam praktik sehari-hari.

Pemicu batuk adalah adanya berbagai iritan yang memasuki saluran nafas melalui inhalasi (asap, debu, dan sebagainya). Batuk karena iritasi karena iritasi jalan nafas atau isi lambung biasanya faktor pemicunya tidak dikenal dan batuknya bersifat persisten. Jika terus terpapar oleh iritan maka dapat memicu batuk dan sensitifitas jalan pernafasan meningkat.

Batuk dibedakan menjadi 2 yakni batuk berdahak dan batuk kering

Batuk Berdahak


Batuk berdahak ditandai dengan adanya dahak atau lendir baik yang mudah hingga sulit untuk dikeluarkan. Lendir yang terdapat pada tenggorokan tersebut berasal dari hidung/sinus dan paru-paru. 
Penyebab umum dari batuk berdahak adalah infeksi dari virus atau bakteri. Tubuh akan memproduksi lebih banyak lendir ketika saluran pernapasan terinfeksi. Hal ini merupakan respon tubuh untuk menjebak dan mengeluarkan organisme penyebab infeksi, dan batuk merupakan cara mengeluarkannya.
Selain infeksi virus, batuk berdahak juga dapat disebabkan oleh lendir hidung yang turun ke tenggorokan, kebiasaan merokok, serta penyakit paru-paru seperti bronkitis, pneumonia, dan penyakit paru obstuktif kronis.

Cara Mengatasi Batuk Berdahak

Batuk berdahak yang disebabkan karena virus dapat diatasi dengan istirahat yang cukup serta mengkonsumsi banyak air putih. Sedangakan jika batuk disebabkan oleh infeksi bakteri maka diperlukan pengobatan menggunakan antibiotik sesuai resep dokter. 

Untuk menangani dahak anda dapat memilih obat yang mengandung ekspektoran. Ekspektoran bekerja dengan cara mengurangi kekentalan dahak.
Obat batuk yang mengandung bahan utama guaiphenesin atau bromhexine dapat dipilih untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Karena kedua bahan tersebut aman dikonsumsi salam masa kehamilan. 
Sedangakan obat batuk yang mengandung ibuprofen atau paracetamol dapat dipilih untuk meredakan gejala demam yang menyertai batuk, serta dapat menghilangkan sakit pada tenggorokan.

Batuk Kering

Batuk kering adalah batuk yang tidak menghasilkan lendir atau dahak. Batuk kering biasanya berlangsung lebih lama dibandngkan dengan batuk berdahak. Pada umumnya batuk kering akan hilang dalam waktu tiga minggu. Batuk kering yang berlangsung lama dapat berdampak serius bagi kegiatan sehari-hari. Kondisi batuk kering dapat memburuk pada malam hari menyebabkan sulit tidur dan lelah dikemudian hari.

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan batuk kering seperti alergi, asma, paparan iritan (debu, asap), bahkan beberapa kasus tidak diketahui penyebabnya. Selain itu batuk kering juga dapat disebabkan oleh bronkospasme, yakni batuk kering terutama yang terjadi pada malam hari, yang merupakan akibat dari kejang saluran bronkial (bronkospasme) yang disebabkan oleh iritasi. Asam lambung juga dapat menjadi penyebab dari batuk kering. Efek samping dari obat-obatan yang dikonsumsi, kondisi psikologis, dan stress juga bisa menjadi penyebab batuk kering.

Cara Mengatasi Batuk Kering

Obat yang digunakan untuk batuk kering dan gatal supresan dan antisusif, obat jenis ini berfungsi untuk meringankan batuk kering. Sesuai namanya supresan berkerja dengan menekan menekan refleks batuk, sehingga frekuensi batuk anda menjadi jarang. Salah satunya adalah dextromethorphan yang merupakan bahan aktif dari obat batuk supresan. Sementara diphenhydramine dan ammonium  chloride bekerja dengan cara mengurasi iritasi pada tenggorokan.
Obat batuk kerng antihistamin, batuk kering yang disebabkan oleh alergi, yakni alergi dapat memicu pelepasan zat histamin, yang membuat anda mengalami gejala batuk dan bersin. Maka anda dapat mengkonsumsi obat batuk kering antihistamin untuk mengurangi batuk karena alergi dengan cara mengurangi pelepasan zat histamin



Comments

Popular posts from this blog

Mana yang Lebih Baik Kualitas atau Kuantitas Tidur ?

Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar dan alamiah dari manusia. Tanpa tidur manusia mungkin saja tidak akan bertahan. Tidur tidak tidak tentang menghilangkan rasa kantuk, namun tidur juga amat baik bagi kesehatan jiwa dan raga. Menurut Sherwood tidur merupakan suatu proses aktif, bukan sekedar hilangnya keadaan terjaga. Tingkat aktifitas otak secara keseluruhan tidak berkurang selama tidur.  Istilah tidur 8 jam perhari pasti tidak asaing ditelinga kita. Tidur dengan kuantitas tertentu dianggap sebagai tidur yang sehat. Namun sebenarnya tidur yang sehat itu merupakan tidur yang berkualitas walaupun dengan kuantitas yang kurang dari 8 jam. Jika selama 8 jam tidur namun sering terjaga, gelisah dan tidak merasa nyaman, apalagi setelah bangun kita merasa lebih lelah dibandingkan dengan tidur hanya 4 jam namun dengan kualitas yang baik dan kita merasa segar setelah bangun, maka tidur dengan durasi waktu 4 jam ini merupakan tidur yang lebih baik. Karena mempunyai kualitas yang ...

Cara Mengatasi Nyeri Haid (Dismenore)

Menstruasi merupakan langganan bulanan bagi perempuan yang telah mengalami masa pubertas, dengan keadaan sehat, tidak sedang mengandung serta belum memasuki masa menopause. Nyeri haid  (dismenore) acap kali datang sebelum atau bersamaan dengan menstruasi. Nyeri haid  (dismenore) merupakan gangguan nyeri atau kram pada bagian perut atau pinggul yang berpusat pada perut bagian bawah. Selain itu pada saat terjadinya dismenore ini sebagian perempuan akan merasa pusing, mual, muntah, diare, hingga pingsan. Cara Mengatasi Nyeri Haid (Dismenore) Meredakan nyeri haid dapat dilakukan secara farmakologis (menggunakan obat-obat analgesik) atau nonfarmakologis (tanpa menggunakan obat-obat analgesik). 📌Mengatasi Nyeri Haid Secara Nonfarmakologis 1. Mengompres dengan air hangat Mengompres perut dengan air hangat dapat meningkatkan relaksasi otot abdomen dan mengurangi nyeri akibat kekakuan otot abdomen. Pengompresan dapat dilakukan dengan botol yang diiisi dengan air han...